3. IPA

asdPengertian IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) secara garis besar berarti suatu cabang ilmu sains yang mempelajari fenomena alam melalui observasi dan menganalisis bukti-bukti empiris sehingga mampu menjabarkan, memprediksi dan memahami fenomena alam tersebut.Di dalam ilmu pengetahuan alam kriteria-kriteria seperti validitas, akurasi dan mekanisme sosial untuk menjamin kualitas harus ada di setiap observasi dan analisis bukti empiris. Menurut H.W. Fowler dkk, IPA adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala kebendaan melalui pengamatan dan induksi dan dilakukan secara perumusan dan sistematis.Sedangkan Nokes berpendapat, di dalam buku Science in Education, bahwa pengertian IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) adalah pengetahuan teoritis yang didapat melalui suatu metode khusus.Ilmu pengetahuan alam dibagi menjadi dua cabang utama yaitu ilmu hayati dan ilmu alam. Ilmu hayati atau biologi Biologi adalah ilmu yang mempelajari semua hal berkaitan dengan makhluk hidup seperti karakteristik, klasifikasi dan perilaku organisme (makhluk hidup).Selain itu biologi juga mempelajari lingkungan hidup, bagaimana suatu spesies bisa terbentuk serta bagaimana hubungan antar spesies.Beberapa penemuan penting dalam cabang ilmu biologi adalah penemuan genetika, teori evolusi Darwin, teori yang menyatakan bahwa penyakit disebabkan oleh mikroorganisme dan penemuan-penemuan lainnya di tahap sel dan molekul organisme. Ilmu biologi modern membagi ilmunya dalam beberapa subdivisi berdasarkan tipe-tipe dan ukuran organisme yang dipelajari.Sebagai contoh biologi molekuler mempelajari dasar-dasar kimia dalam kehidupan, biologi seluler mempelajari sel-sel organisme, fisiologi mempelajari struktur internal makhluk hidup dan ekologi mempelajari bagaimana berbagai makhluk hidup bisa berinteraksi. Ilmu alam Ilmu alam terbagi menjadi beberapa cabang ilmu seperti: Kimia. Kimia mempelajari komposisi material seperti gas, molekul, kristal dan metal, bagaimana suatu material bisa berubah dan bagaimana reaksi kimianya. Dengan kata lain kimia adalah cabang ilmu yang berusaha memahami mengenai atom dan molekul dan interaksi di antara mereka sehingga bisa diaplikasikan ke skala yang lebih besar. Kimia sering dikatakan sebagai “pusat ilmu sains” karena peranan kimia dalam menghubungkan cabang ilmu alam lainnya. Fisika. Fisika adalah cabang ilmu yang berusaha memahami apa yang terjadi di alam semesta, komponen-komponen apa yang membentuk alam semesta, bagaimana ikatan dan interaksi antara komponen-komponen tersebut dan apa hasil akhir yang terjadi jika komponen-komponen tersebut berinterksi. Fisika juga dikatakan sebagai dasar ilmu sains karena semua cabang ilmu alam bekerja berdasarkan hukum-hukum dan prinsip-prinsip fisika. Perumusan teori yang berkaitan dengan hukum alam semesta adalah inti dari ilmu fisika. Penemuan-penemuan penting yang terjadi dalam ilmu fisika adalah teori gravitasi Newton, hukum mekanik Newton, teori relativitas Einstein, penemuan model kuantum mekanik dari atom, termodinamik, dan sebagainya.Bab 1 : Sistem Reproduksi Manusia A. Pembelahan Sel Ada 3 alasan mengapa pembelahan sel penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk, yaitu : Pertumbuhan Perbaikan Reproduksi 1. Pembelahan Mitosis Proses mitosis terbagi menjadi beberapa tahap, yaitu : 2. Pembelahan Meiosis B. Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi Pada Manusia 1. Struktur Organ Reproduksi Laki laki 2. Spermatogenesis Proses pembentukan sperma disebut spermatogenesis. Proses pembentukan sperma terjadi di tubulus seminiferus. Berikut proses spermatogenesis : Spermatogonium (2n) membelah secara mitosis menjadi spermatosit primer atau spermatosit I Spermatosit I membelah secara meiosis menghasilkan 2 sel spermatosit sekunder atau spermatosit II (n) Setiap spermatosit II membelah menghasilkan spermatid (n) Spermatid akan mengalami pematangan menjadi spermatozoa (sperma) 3. Organ Reproduksi Pada Wanita 4. Oogenesis Oogenesis merupakan proses pembentukan sel kelamin wanita yaitu sel telur atau ovum yang terjadi di ovarium. Berikut proses oogenesis : Oogonium bersifat diploid (2n) membelah secara mitosis menjadi oosit primer atau oosit I Oosit I membelah secara meiosis menghasilkan satu oosit sekunder atau oosit II dan satu badan kutub I atau badan kutub primer Oosit sekunder membelah menghasilkan sebuah oosit yang akan berkembang menjadi sel telur dan badan kutub II yang akan berdegenerasi Badan kutub I membelah menghasilkan badan kutub II yang juga akan mengalami degenerasi 5. Sikus Menstruasi Fase pertama adalah fase menstruasi, pada fase ini hormon FSH (follicle stimulating hormone) memicu berkembangya folikel dalam ovarium. Pada fase ini, dinding rahim luruh dan wanita mengalami menstruasi. Pada proses perkembangan folikel, ada beberapa folikel yang akan terus berkembang tiap bulannya. Pada awal perkembangannya, folikel menghasilkan hormon esterogen dan progesteron. Hormon ini akan memicu dinding rahim untuk menebal. Pada saat ini, dinding rahim sedang mengalami fase proliferasi. Tujuan dari menebalnya dinding rahim adalah untuk mempersiapkan tempat melekatnya embrio apabila sel telur dibuahi oleh sel sperma. Fungsi lain dari hormon esterogen adalah untuk memicu kelenjar pituitari untuk memproduksi hormon FSH dan LH (leuteinizing hormone). Hormon Lh akan terus diproduksi dan meningkat secara mendadak. Peningkatan hormon Lh ini akan memicu pengeluaran sel telur dari folikel yang belum matang yang disebut proses ovulasi. Fase ketiga adalah fase sekretori. Folikel yang telah melepaskan sel telur akan berubah menjadi korpus luteum. Sel telur yang telahterjadi fertilisasi), maka akan dikirimkan sinyal tertentu pada korpus luteum untuk tidak memproduksi hormon estrogen dan progesteron lagi. Dengan demikian, pada fase ini jumlah hormon estrogen dan progesteron pada perempuan rendah. Rendahnya hormon estrogen dan progesteron menyebabkan jaringan penyusun dinding rahim rusak dan pembuluh darah yang ada pada dinding rahim pecah, sehingga perempuan akan mengalami menstruasi. 6. Fertilisasi dan Kehamilan Fertilisasi merupakan proses peleburan inti sel sperma dan sel telur sehingga membentuk zigot. Proses ini terjadi di tuba fallopi. Zigot yang terbentuk setelah terjadinya fertilisasi akan melakukan pembelahan, selanjutnya berkembang menjadi embrio yang akan menuju ke rahim kemudian tertanam (implantasi) ke dalam endometrium. Pada kondisi ini sese orang mengalami kehamilan. C. Penyakit Pada Sistem Reproduksi dan Upaya Pencegahannya 1. Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia a. Gonorhoe (GO) Penyaki Gonorhoe disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.Gejala penyakit ini adalah rasa sakit dan keluar nanah pada saat kencing, serta keputihan berwarna kuning hijau pada wanita. Penyakit ini dapat menye babkan kebutaan pada bayi yang baru lahir. b. Sifilis (Raja Singa) Disebebkan oleh bakteri Treponema pallidum. Gejala awal penyakit ini adalah luka pada tempat masuknya bakteri ke dalam tubuh, biasanya pada daerah sekitar kelamin. Penyakit in